Feng Shui Menurut Agama Buddha

Gratis Jasa Konsultasi Feng Shui Rumah Tinggal dan Fengshui Kantor Secara Online Jakarta Indonesia

Feng Shui Menurut Agama Buddha – Apakah ajaran Agama Buddha mengenal feng shui? Bagaimana pengaruh feng shui terhadap nasib seseorang? Sang Buddha tidak pernah membahas dalam ceramahnya tentang feng shui. Namun Sang Buddha memberikan tips cara mengubah nasib melalui berdana. Pada suatu kesempatan, ada Bhante yang pernah membahas kaitan feng shui dalam Agama Buddha. Menurutnya, orang yang sudah menanam benih-benih kebajikan akan menempati rumah yang cocok menurut feng shui. Mengapa demikian? Kita bisa melihat dari sudut pandang logika saja, bahwa orang yang suka menanam benih-benih kebajikan akan menuai karma baiknya. Entah itu dalam bentuk kesehatan, kecantikan / kegantengan, dan rejeki. Bukankah orang yang kaya biasanya memiliki rumah cenderung besar? Keluarga yang harmonis cenderung memiliki anak cucu yang penurut? Begitu juga kecenderungan lainnya. Orang yang kaya, di kehidupan dahulunya cenderung suka berdana. Orang yang cantik jelita, di kehidupan dahulunya cenderung suka bertutur kata sopan, suka berdana bunga dan lilin. Jika dalam suatu perusahaan, ada seleksi masuk karyawan. Ada 3 kandidat: pertama, yang jelek tapi pintar; kedua, ganteng tapi nilai akademiknya kurang; ketiga, sudah ganteng, pintar lagi. Mana yang kira-kira dipilih? Anda sudah bisa menebaknya.

Begitu juga dengan orang yang baik, suka berdana dan suka tolong orang. Biasanya mereka akan berada di rumah yang cocok berdasarkan feng shui. Jikapun belum cocok menurut feng shui, seiring berjalannya waktu mereka akan menemukan jalannya sendiri. Entah seperti Anda yang nyasar ke artikel ini atau tahu dari teman tentang kehebatan feng shui.

Apakah feng shui melanggar Pancasila Buddhis?

Belum ada jawaban yang pasti, semua orang masih berdebat. Daripada berdebat, lebih baik Anda mengetes sendiri saja di diri Anda sendiri. Konsultasi ke kami, gratis. Kami akan mencoba membuka jalan. Anggap saja karma baik Anda sudah berbuah. Seperti Sang Buddha yang artinya guru penunjuk jalan. Buddha tidak memaksa Anda untuk mengikuti jalan-Nya. Tugas Anda adalah datang, lihat, dan buktikan: atau terkenal dengan sebutan ehipassiko. Anda sudah datang ke artikel ini, sekarang giliran Anda untuk mengamati cara kerja feng shui, dan kemudian Anda buktikan. Jika setelah mencoba gratis, Anda tidak merasakan manfaat positif, buang jauh-jauh feng shui dalam benak Anda.

Related posts:

  1. Cara Buang Sial Menurut Agama Buddha
  2. Warna Rumah Hoki Menurut Feng Shui
  3. Feng Shui Rumah Menghadap Utara
  4. Arah Rumah Menurut Feng Shui
  5. Letak Toilet / WC Menurut Feng Shui
Jasa Konsultasi Feng Shui Rumah Tinggal dan Fengshui Kantor Secara Online Jakarta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *